Pages

Belalang Kupu-Kupu -- 1


Aku punya buku cerita berjudul "Belalang Kupu-Kupu", bukan untuk konsumsi anak-anak ternyata, judul yang menipu, begini ceritanya. Namanya Mimi seekor kupu-kupu, sayapnya indah, dominan biru langit disapu dengan warna abu dibawahnya..cantik sekali. Dia punya sahabat seekor belalang, namanya Cagu, Dia suka menggunakan topi dan dasi kupu-kupu hitam. hehe..lucu sekali, katanya sih paling tampan di antara belalang lainnya. Mereka sudah berteman sejak kecil, suka bermain bersama walau tak jarang beradu mulut untuk hal-hal sepele, tapi mereka sangat nyaman dan menikmati kehadiran satu sama lain, seperti cermin dan saling membutuhkan. Semua warga kupu dan belalang berfikir bahwa mereka adalah sepasang kekasih, tapi nyatanya tidak, walau sebenarnya hati kecil masing-masing mempunyai perasaan itu. Tapi mereka tidak mau merusak persahabatan yang sudah lama terjalin.Iya, cukup seperti ini saja.

Aku kira mereka akan tetap begitu selamanya, nyatanya tidak, Cagu memilih untuk meninggalkannya karena merasa sudah cukup lelah berada disamping mimi dan membutuhkan suasana baru, alasan klasiknya "Mimi, kita ini banyak perbedaan,aku suka loncat,sedangkan kamu terbang, aku malu tidak punya sayap indah", mimi terkejut dan menangis. Hari itu menjadi awal perpisahan dengan sahabat terbaiknya. Sang belalang kini entah dimana, kabar beritanya pun tak pernah sampai pada Mimi. Ia selalu termenung dan menanti di tempat mereka biasa bermain, di kelopak bunga lili dekat kolam, berharap dia kembali dan tersenyum senang. Tapi itu hanya angan Mimi. Semua warga kupu di sekitarnya turut sedih dan mencoba menghibur dengan berbagai cara, termasuk memperkenalkan banyak teman dari segala macam serangga.

Mimi pun akhirnya dapat bermain dengan yang lain, walau terkadang jika sendiri mimi selalu ingat Cagu, ingat saat Cagu sering mengganggunya saat mengisap madu bunga, saat Cagu memperlihatkan sulap sambil meloncat-loncat di pinggiran sungai dan saat mereka menarikan tarian hujan jika musim kemarau, mimi ingat semua dan sulit untuk lupa. 

Tapi waktu berlalu sangat cepat, mimi sudah tumbuh dewasa dan punya banyak teman. Ada Tata si kumbang, Niku si lebah, Yame si burung nuri, tsetse si lalat, dan Gumo si capung. Dengan mereka semua kesedihan perlahan hilang dan diisi dengan keriangan. Semua memberikan perhatian pada Mimi, terutama Niku, ia suka memperhatikan setiap gerak gerik Mimi, selalu muncul tiba-tiba saat Mimi sedang kesulitan, setiap Mimi bertanya kenapa Niku teramat baik, Ia hanya menjawab "karena aku akan selalu ada untukmu, tidak akan meninggalkanmu", dan Mimi tidak pernah mengerti arti dari perhatian itu. Sampai suatu hari, Cagu datang kembali. Dia mengagetkan semua orang terutama Mimi, bersikap seolah tidak pernah ada masalah. "Hai Mimi, lama kita tidak bertemu. Apa kabar? kau mau tidak bermain di tempat biasa? aku kangen bermain denganmu lagi", Mimi hanya diam mematung dan menatap sosok didepannya itu tanpa berkedip, seperti mimpi bisa bertemu Cagu lagi. Entah itu perasaan senang, marah, sedih atau apapun. Ia hanya bisa tersenyum bingung. "Kau belum menceritakan kisahmu, kemana saja kau dan apa saja yang kau lakukan Cagu?", akhirnya Mimi membuka suara. "Aku bermain di sirkus keliling, di situ aku bermain sulap dan berteman dengan hewan lainnya..aku juga dekat dengan seekor kupu, sejenis sepertimu, sayapnya merah menyala dan seulas warna emas menyapu atas sayapnya, dia cantik dan menawan, kalau sedang di panggung, suaranya indah sekali, membuat aku tidak bisa lupa dan jauh darinya", Mimi tertegun dan berpikir bahwa pantas saja Cagu tak mau pulang karena hal itu. Mimi merasa begitu bodoh telah menunggu dan memikirkan Cagu, sementara Cagu sama sekali tidak ingat Mimi. Hari itu juga ia bertekad bahwa ia tidak akan seperti itu lagi. "Aku akan mulai berteman dekat dengan yang lain saja". Bersambung..

Hmm...tanpa terasa sudah sore, ku teguk lagi teh manis yang masih bersisa sedikit, langit masih mendung, gerimis kecil memandikan tanah yang sedari siang nampak gersang. Aku menutup buku mengistirahatkan mata sejenak dan memandang keluar, melihat sekelompok anak kecil berlarian riang bermain hujan, lucu sekali, sambil mendengarkan alunan musik dari Rio Febrian "Kita Kan Selalu Bersama Sahabat"

Lama sudah kita tak berjumpa
Apa kabarmu kini?
Aku yakin semuanya baik
Tak ada yang berubah
Kini aku tlah kembali lagi dari perjalananku
Hingga kini aku menemukan apa yang aku cari

**
Akhirnya aku sadari
Lewati ruang dan waktu
Sahabat kita kan s’lalu bersama

**
Di saat engkau tak tersenyum
Dan saat engkau tak bersinar
Pastikan aku ada di hatimu
Dan ingatlah akan senyumku
Rasakan hangatnya sinarku
Sahabat kita kan selalu bersama

1 komentar:

qq mengatakan...

ada yg pernah nemu buku cerita belalang kupu2 itu gaaa?dijual dimana sih mba bukunya..kayak nya nyari di gramed ama toko buku onlen juga ga ada deeeee...penasaran ama lanjutan ny mbaaaa..:P

Poskan Komentar